Kamis, 04 Oktober 2012

Buron Korupsi Bansos Menyerahkan Diri


MEDAN, KOMPAS.com - Raja Anita, mantan staf Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menjadi tersangka korupsi bantuan sosial (Bansos) Pemprov Sumut, menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu). Perempuan yang sudah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini datang didampingi kuasa hukumnya, Kamis (4/10/2012).

Anita adalah satu dari sepuluh tersangka dugaan korupsi bansos. Dia merupakan satu-satunya tersangka yang dianggap paling tidak kooperatif karena tidak pernah datang memenuhi panggilan penyidik. Sebelum ditetapkan menjadi DPO, tersangka sempat diburu tim Kejatisu ke kantornya. Dia kabur tanpa ada usaha pencegahan dari penyidik. Alhasil, satu hari selang kejadian tersebut, tersangka diinformasikan melarikan diri ke luar negeri.

"Dia mengaku selama ini sakit dan dirawat di rumah sakit. Tapi kami tidak lantas percaya, sekarang dia sedang diperiksa secara intensif di ruang penyidik," kata Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare.

Tapi Marcos belum bisa memastikan tersangka apakah akan langsung ditahan usai pemeriksaan. "Saya tidak bisa melangkahi penyidik, kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan pemeriksaannya cepat selesai," ujarnya.

Masih, kata Marcos, pihaknya berterimakasih kepada seluruh media massa yang melakukan pemberitaan terhadap kasus ini. "Peran media sangat besar mempengaruhi psikologi seorang Raja Anita yang akhirnya datang menjalani pemeriksaan, setelah selama ini menjadi DPO," katanya lagi.

Dia menambahkan pada Rabu kemarin, penasihat hukum tersangka yang menemui penyidik menyatakan bahwa selama ini kliennya sakit dan menyerahkan surat dokter. Namun saat itu penyidik mengatakan bahwa apapun ceritanya tersangka harus segera dibawa untuk diperiksa. Ditanya jika tersangka sakit, mengapa intelijen tidak mengetahuinya.

"Memang sedikit tidak nyambung. Kalau dia sakit berarti berada di rumah sakit atau di rumahnya. Tapi tim sudah melakukan pengecekan di rumah dan tidak menemuinya. Kita akan lihat apakah alasan itu akal-akalan saja. Pasti menjadi pertimbangan penyidik," papar Marcos.

Disinggung apakah terkait status DPO tersangka akan dikenakan pasal berlapis. Marcos mengelak dengan mengatakan dirinya tidak bisa memastikan, sebab penerapan pasal kepada tersangka sepenuhnya di tangan penyidik saat menyusun BAP.

"Bisa saja dikenakan pasal berlapis. Pelariannya membuat proses penyidikan terhambat, tentu ada pasalnya tapi bisa juga tidak. Dia bisa pula dikenakan pemberatan putusan pada saat persidangan nanti," tegasnya.

Terpisah, Asisten Intelijen (Asintel) Kejatisu Raja Nafrizal mengatakan, kedatangan tersangka adalah langkah baik. Menurutnya, sebagai tersangka, seharusnya menyerahkan diri, apalagi sudah ditetapkan sebagai DPO.

Rabu, 03 Oktober 2012

Orang ini menggoreng dengan tangan kosong.

source : www.gallerydunia.com


Nama seorang chef asal Thailand dimasukkan ke dalam Guinness Book World Record. Pasalnya, ia berhasil menggoreng 20 potong ayam dalam penggorengan yang diisi minyak goreng sepanas 480 derajat Celcius dalam waktu semenit dengan tangan kosong.Kann Trichan (50) mempertunjukkan kebolehannya dengan menggoreng beberapa potong ayam tanpa alat pengaduk atau sendok. Dalam wajan yang telah dipenuhi minyak goreng mendidih, Trichan mulai memasukkan beberapa potongan ayam. Tak berapa lama, tangannya mulai membolak balikkan potongan ayam itu tanpa terluka sedikitpun.

Setelah matang, ia mengambil potongan ayam tersebut juga dengan tangannya. Akhirnya, dalam waktu semenit, ia telah menggoreng sebanyak 20 potong ayam.

Trichan yang berasal Chiang Mai di Thailand ini menyadari kemampuannya menggoreng dengan tangan kosong 7 tahun lalu. Kala itu seekor tupai menjatuhkan sebuah tomat yang terjatuh ke dalam wajan yang dipenuhi minyak goreng mendidih. 



Namun, cipratan dari minyak goreng yang mengenai wajah, leher, dan badannya itu sama sekali tidak melepuhkan kulitnya. “Setelah kejadian itu saya bercermin untuk memastikan apakah ada yang memar atau melepuh. Tapi, ternyata tidak ada,” ujar Trichan.

Dia menambahkan, ketika tangannya masuk ke dalam wajan berisikan minyak goreng yang mendidih ia juga merasakan panasnya. Kedai gorengan Trichan dekat Chiang Mai Technical College, 470 mil utara Bangkok kini mulai laris manis sebab sambil menjual, ia juga memamerkan kebolehannya
.




Selama 6 tahun keluarga ini tinggal di toilet

Source :www.gallerydunia.com


Selama hampir enam tahun seorang pria asal Cina, Zeng Lingjun dan 
keluarganya tinggal di sebuah toilet di kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Melalui kisah ini diharapkan bisa menjadi inpirasi bagi Anda untuk menjalani hidup dimanapun Anda berada.


Kisah Zeng berawal di tahun 1999 ketik dirinya masih berumur 20 tahun yang masuk dalam sekolah penerbangan di provinsi Heilongjiang. Namun keluarganya tidak bisa membayar sebesar 5000 yuan sebagai biaya masuk sekolah untuk awal tahun ajaran baru. Hal tersebut membuat dirinya untuk memutuskan pergi ke Shenyang dengan bermodalkan 50 yuan untuk mencari pekerjaan. 

Pada tahun 2006 akhirnya ia menikah dan mencari rumah bagi keluarga kecilnya. Karena sulitnya mencari tempat tinggal di kota metropolitan dengan harga yang tinggi, seorang temannya menyarankan bahwa satu hotel memiliki toilet pria yang sudah tidak pernah digunakan dan mungkin saja pemilik hotel mengijinkan Zeng untuk tinggal disana dengan membayar sewa. 



Setelah menyepakati sewa dengan pemilik hotel, keluarga kecil Zeng pindah ke rumah barunya yang berupa sebuah toilet dengan luas 20 meter persegi. Di rumah tersebut selain bersama istrinya, Zeng kini telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang berena Zeng Dei, yang mempunyai arti “beruntung” dan diharapkan ia bisa memberikan keberuntungan kepada keluarganya.